Menjadi Kadus dan Ketua P4MI itu Adalah Amanah -->
Cari Berita

Advertisement

Menjadi Kadus dan Ketua P4MI itu Adalah Amanah

Thursday, November 26, 2020




SUBANG - WORLD News | Mari sejenak mencoba untuk melihat fakta yang ada di sekeliling kita, jabatan seorang pemimpin adalah sesuatu keinginan bahkan menjadi suatu rebutan dan menjadi cita-cita sebagian orang menginginkannya.

Bahkan dalam meraihnya ia akan mempertaruhkan segalanya, sampai ia melakukan perbuatan yang tidak amanah hingga pada akhirnya dia lupa setelah menduduki sebuah jabatan atau dalam posisi pemimpin, ternyata hanya popularitas dan materi semata yang ia kejar.

Padahal pemimpin sejati adalah pemimpin yang baik dalam memimpin diri sendiri, serta memimpin (melayani) keluarga juga tim kerja dan masyarakat.

Melihat uraian diatas mari kita lihat siapakah Sosok Udin Wahyudin Dimata sosial yang kini sudah mulai dilirik warganya.

Udin Wahyudin sosok pria kelahiran Asli Subang 11/06/1973, dan salah seorang warga yang mempunyai jiwa sosial tinggi  yang tinggal di Ds.Padamulya, Kec.Cipunaga, Kab.Subang.



Seiring dengan kiprahnya dan berjalanya waktu Udin Wahyudin karena Dimata masyarakat dianggap bisa dipercaya dan amanah hingga akhirnya diangkat sebagai Ketua Rukun Warga (RW), semakin meningkat kepercayaan yang diamanahkan warga, saat ini Udin Wahyudin menjabat sebagai kepala dusun (Kadus).

"Kalaupun berat beban, tugas, juga tanggung jawabnya tapi ini sebagai kewajiban yang harus dijalani dengan sungguh - sungguh, tanpa pamrih, urusan rezeki belakangan,"Cetusnya sambil tersenyum saat disambangi awak media World News.

Dalam upaya mengembangkan Rasa sosialnya bukan hanya membantu pemerintahan Desa saja, tekad dan keinginan Udin Wahyudin harus bisa membantu pemerintahan Kab.Subang juga, terbukti dengan berdirinya Paguyuban Petugas Pencari dan Pekerja Migran Indonesia yang saat ini dikenal dengan (P4MI),

"Berawal dari rasa peduli kasih sayang dan Sosial saya kembangkan dikelurga terlebih dahulu, tanpa disadari ternyata masih banyak orang yang memerlukan bantuan, saya mencobanya dengan kemampuan yang ada yang penting ikhlas,"terangnya.

"Tekad Saya tidak hanya membantu masyarakat dilingkungan Desa, hal yang paling vital dengan nilai sosial kemanusiaan juga ada pada Pekerja Migran Indonesia (PMI),"ucapnya.

Menurut Udin, tidak semua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja diluar negri itu sukses semua, banyak yang tertimpa musibah dari mulai permasalahan dengan majikan, kecelakaan bahkan masalah PMI meninggal,

"Dari sisi ini saya mencoba menggandeng teman dilapangan yang tentunya mempunyai jiwa yang sama, untuk mendirikan P4MI dengan Dasar peduli untuk kemanusiaan juga membantu pemerintah kabupaten Subang juga.P4MI Alhamdulillah sampai saat ini sudah menjadi mitra kerjasama yang solid dengan Disnakertran, dan para perekrut pekerja migran Indonesia,"Ujarnya.

Ada beberapa hal untuk menjalankan rasa sosial kemanusiaan yang harus dipegang teguh oleh kita tutur Udin, salah satunya adalah kekuatan spiritual (Agama)

"Kekuatan spiritual akan mengontrol seseorang dari tingkah laku dan akan berjalan tetap positif dan produktif,  konsisten dengan berbagai kebajikan yang secara otomatis akan menjauhkan kita dari perkara yang merugikan orang, artian kita akan selalu amanah dan bertanggung jawab,"tuturnya.



Terakhir Udin Wahyudin mengatakan komitment dan harapanya,

"Dalam hal ini khususnya saya pribadi dan atas nama P4MI akan tetap selalu peduli, terutama sosial kemanusiaan, dan apa yg P4MI lakukan tanpa pamrih dan penuh ikhlas, karena suka duka sudah P4MI alami, Saya sebagai Ketua P4MI selalu inisiatif bagaimana P4MI maksimal dalam kiprahnya demi kemanusiaan, ada sedikit harapan Saya kepada pemerintah kalo bisa terealisasikan untuk bisa  mengadakan Ambulance manakala ada PMI yg meninggal, karena selama ini  P4MI tidak ada anggaran, semua kami dapat hasil dari bantuan rekan - rekan kadang ngodok uang pribadi sendiri, dalam hal ini apa yang Saya lakukan dengan rasa penuh ikhlas dan Mudah mudahan baik sekarang dan selanjutnya P4MI tetap solid dan tetap semangat,"pungkasnya.

Penulis : Rud