BST Kemensos di Putus, Warga Ngeluh Dihadapan Kades
Cari Berita

Advertisement

 


BST Kemensos di Putus, Warga Ngeluh Dihadapan Kades

Tuesday, January 12, 2021



SUBANG - WORLD News | Bergulirnya bantuan dari mulai Pemerintah pusat/provinsi/daerah untuk warga terdampak dimasa pandemi sangat membantu semua masyarakat.


Namun masih ada pula sebagian masyarat yang masih mengeluh karena selama masa pandemi (Covid - 19) hanya beberapakali, bahkan tidak tersentuh sama sekali bantuan Covid - 19.


Seperti salah satu warga RT/21, Desa Jalan Cagak, Kec.Jalan Cagak, Kab.Subang, Jawabarat, mengeluh karena Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) diterimanya merasa tidak sesuai (ada potongan) bahkan sampai tidak menerima lagi untuk tahap selanjutnya.


Rasa penasaran ingin tau  warga RT/21, Desa Jalan Cagak dengan adanya potongan bantuan BST Kemensos akhirnya di pertanyakan dan mengeluh dihadapan Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zaenal Alim.SH.


Sebagai pelayan masyarakat, Indra yang merasa dirinya  diangkat karena dukungan warga menerima keluhan warga dengan ramah di ruang kerjanya pada Selasa 12/01/2021 untuk mendengar apa yang menjadi keluhan warganya. 


"Alhamdulillah, terimaksih Neng datang kesini, saya sebagai pelayan masyarakat adanya pengaduan Neng saya jadi tau apa yang menjadi keluhan warga,"tuturnya.


Namun lanjut Indra, keluhan mengenai Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos terkait menerima, tidak menerima atau ada pengurangan nilai yang diterima PKM, bahkan sampai adanya pencoretan data itu bukan oleh RT, atau pemerintah Desa, karena data tersebut ada di pemerintah pusat.


Indra pun menjelaskan ketidak tahuan tentang kriteria seperti apa adanya pengurangan nilai bantuan bahkan sampai adanya pencoretan penerima bantuan.


Dijelaskanya, "Kamipun saat ini sedang cari tahu agar jelas dan bisa menjelaskan terhadap warga seperti hari ini Neng datang, kriteria seperti apa adanya pemotongan, bahkan sampai berhentinya bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang biasanya menerima bantuan tersebut seperti Neng alami," jelasnya.


"Begini Neng, penting saat ini pengaduan sudah diterima, dan ini merupakan tanggung jawab kami, saya harap sabar, kita akan usahakan semaksimal mungkin mengapa tahap selanjutnya Neng tidak menerima lagi BST ini, dan pengaduan ini akan kita sampaikan," ucapnya.


Melihat seorang Bapak masyarakat yang perduli terhadap keluhan warganya, wajah sumringah terlihat dari warga RT/21 ini setelah merasa dirinya dilayani, didengar keluhannya oleh Indra dan mengucapkan rasa terimaksih.


(Rud)