Aksi Damai Jaka Septya Arizona Kritisi Bupati Subang Sebagai Panglima Santri
Cari Berita

Advertisement

Aksi Damai Jaka Septya Arizona Kritisi Bupati Subang Sebagai Panglima Santri

Thursday, October 1, 2020




SUBANG - Worldnews // Gabungan OKP, Ormas, LSM dan Komunitas yang mengatasnamakan SUBANG INTEGRATION FORUM (SIF) menggelar aksi damai di halaman depan Pemda Subang pada Kamis 01/10/2020.

Aksi damai SUBANG INTEGRATION FORUM yang digelar pada hari ini dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah Kabupaten Subang khususnya pencegahan tindak pidana Korupsi juga penyampaian Aspirasi para ketua OKP, LSM, Ormas dan Komunitas.

Dari pantauan awak media Worldnews, salah seorang Orator pada Aksi damai Jaka Septya Arizona yang merupakan bagian penyampai Aspirasi perwakilan dari Santri se Kabupaten Subang, sempat mengkritisi Bupati Kabupaten Subang sebagi Panglima santri belum peka terhadap permasalah santri di kabupaten Subang.

Selain itu, dalam orasinya Jaka sebagai perwakilan Santri menyoal belum adanya tindakan Bupati Subang sebagai Panglima Santri menunjukan rasa dan sifat empati kepada ustad Hasan salah satu Santri dan Guru Santri di Kabupaten Subang yang diduga sebagai korban terjadinya persekusi oleh Oknum Habaib yang jelas sudah viral.

Masih dalam Orasinya, menurut Jaka Bupati Subang yang dianggap sebagai panglima santri tidak amanah terhadap jabatanya sebagai Panglima Santri.

Sebagai perwakilan Santri, Kami mendesak kepada Bupati Subang sebagai Panglima Santri untuk melakukan pendampingan hukum (Advokasi hukum) terhadap Anggotanya yaitu ustad Hasan yang telah mengalami persekusi oleh oknum Habaib tersebut.

Dalam Orasi terakhirnya, teriakan Jaka  mengatakan, Bahwa permintaan maaf menurut Jaka itu belum cukup, karena menurutnya perlakuan Oknum Habaib itu sudah menyakitkan para Santri, oleh karena itu Bupati Subang sebagai panglima santri wajib hukumnya membela para Santri, jika Bupati Subang sebagai Panglima santri tidak bisa berbuat (membela para santri) lebih baik mundur dari jabatanya sebagai Panglima Santri.

Saat ditanya awak media Worldnews terkait Orasinya sebagai perwakilan para santri yang merasa empati, bagaimana seandainya Bupati sebagai Panglima santri tidak ada tindakan apapun terkait adanya dugaan persekusi oleh Oknum habaib, 

"Mundur dari jabatan sebagai Panglima Santri,"Ucapnya singkat dan tegas.

Selain disuruh mundur dari jabatan apa ada yang lain,

"Cukup itu saja," pungkasnya.

(RUDI)